Manfaat buah naga merah dan putih

 

.
MANFAAT BUAH NAGA MERAH DAN PUTIH BAGI KESEHATAN

Buah naga termasuk dalam tanaman kaktus-kaktusan. Buah naga ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna putih. Keduanya mengandung banyak serat, protein, vitamin B dan C serta kalsium dan zat besi. Dengan kandungan nutrisinya tersebut, banyak orang sangat menyukai buah naga dan ingin mengkonsumsinya untuk kesehatan dan kecantikan.

Manfaat Buah Naga Merah

  1. menjaga kesehatan tubuh terutama tulang dan gigi.
    2. berkhasiat untuk mencegah diabetes mellitus.
    3. Buah naga merah dapat membantu tubuh mengeluarkan racun-racun yang berasal dari pola hidup yang kurang sehat.

Manfaat Buah Naga Putih

  1. Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam buah naga dapat membantu untuk memperlambat proses penuaan dini serta mencegah kanker.
    2. Di samping itu, jika dikonsumsi secara teratur, buah naga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan

Buah naga, baik yang merah maupun putih sangat berkhasiat untuk tubuh. Manfaat buah naga bagi kesehatan sangat banyak antara lain:
1. dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ini tidaklah mengherankan karena buah naga mengandung banyak sekali vitamin C. kita tahu bahwa vitamin C mampu melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit, khususnya penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus dan kuman lainnya.
2. Buah naga juga aman dikonsumsi oleh balita. Apabila balita Anda susah makan, berikan saja buah naga untuk meningkatkan nafsu makannya.
3. Selain daging buahnya, manfaat buah naga juga dapat diperoleh dari kulitnya. Ekstrak kulit dan daun buah naga juga dapat membantu menghambat pertumbuhan sel tumor dan melancarkan peredaran darah.

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

cara membuat bros dari kain flanel

bisa buat nambah2 ilmu n kantong nih….

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

botol menjadi gelas

Dipublikasi di Tak Berkategori | 1 Komentar

7 kunci kebahagiaan

7 Kunci Kebahagiaan

Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, 7 Kunci Kebahagiaan adalah :

  1. Jangan membenci siapapun, walau ada yang menyalahi hakmu.
  2. Jangan pernah bersedih secara berlebihan, sekalipun problem memuncak.
  3. Hiduplah dalam kesederhanaan sekalipun serba ada.
  4. Berbuatlah kebaikan sekalipun banyak musibah.
  5. Perbanyaklah memberi walaupun anda sedang susah.
  6. Tersenyumlah walaupun hatimu sedang mnangis.
  7. Jangan memutus doa untuk saudara mukmin.

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

hidup sehat ala Rosulullah

  1. Selalu Bangun Sebelum Subuh
    Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh,
    melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini
    memberi hikmah yg mendalam antara lain :

– Berlimpah pahala dari ALLAH Subhana Wa Tala
– Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB
– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

  1. Aktif Menjaga Kebersihan

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau
Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku,
bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi
setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai
harum-haruman”(HR Muslim).

3.Tidak Pernah Banyak Makan
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan
sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai
kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara,
sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada
satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk
menyeimbangkan kesehatan.

  1. Gemar Berjalan Kaki
    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad,
    mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat
    akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar.Ini penting
    untuk mencegah penyakit jantung.
  2. Tidak Pemarah
    Nasihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini
    menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada
    jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan
    kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila
duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segeralah berwudhu
– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

  1. Optimis dan Tidak Putus Asa
    Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi
    kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras,serta
    tawakal kepada ALLAH Subhana Wa Tala.
  2. Tak Pernah Iri Hati
    Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi
    iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
    :Ya ALLAH, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah
    diriku dengan sifat sifat mahmudah.

Subhanallah…
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

 

  1. Selalu Bangun Sebelum Subuh
    Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh,
    melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini
    memberi hikmah yg mendalam antara lain :

– Berlimpah pahala dari ALLAH Subhana Wa Tala
– Kesegaran udara subuh yg bagus untuk kesehatan / terapi penyakit TB
– Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.

  1. Aktif Menjaga Kebersihan

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu sentiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau
Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku,
bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi
setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai
harum-haruman”(HR Muslim).

3.Tidak Pernah Banyak Makan
Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan
sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai
kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara,
sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada
satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk
menyeimbangkan kesehatan.

  1. Gemar Berjalan Kaki
    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad,
    mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat
    akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar.Ini penting
    untuk mencegah penyakit jantung.
  2. Tidak Pemarah
    Nasihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam : “Jangan Marah”diulangi sampai 3 kali. Ini
    menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada
    jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan
    kesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila
duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segeralah berwudhu
– Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

  1. Optimis dan Tidak Putus Asa
    Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi
    kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras,serta
    tawakal kepada ALLAH Subhana Wa Tala.
  2. Tak Pernah Iri Hati
    Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi
    iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.
    :Ya ALLAH, bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah
    diriku dengan sifat sifat mahmudah.

Subhanallah…
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Keajaiban surah al fatihah

1 – AL-FATIHAH Baca 14 kali sebelum tidur:Suami dan anak-anak akan mengingati kita selalu

2 – AL-FATIHAH Baca 41 kali tiup dalam air dan minum serta buat air mandian:Melepas-kan rasa sakit dalaman

3 – AL-FATIHAH Baca 7 kali dan usap di kepala setiap pagi dan sekali sebelum tidur.Kepada orang berpenyakit mental

4 – AL-FATIHAH Baca 3 kali tiup dalam segelas air- minum dan baca sambil mengusap kawasan yang rasa sakit.Sakit yang keterlaluan

5 – AL-FATIHAH Baca 7 kali dan sapu ke atas kepala bayi yang suka menangis pada malam hari atau pada bila-bila masa

6 – AL-FATIHAH Baca 3 atau 7 kali, gunakan ibu jari dan tekan di langit-langit, (Mulut) kemudian sapu kepada tempat yang sakit.Luka berdarah, sengat lebah, jari terkepit di pintu

DIINGATKAN: BACALAH DALAM KEADAAN KHUSYUK, TAWAKAL KEPADA ALLAH DAN NIATLAH DENGAN JUJUR, INSYA-ALLAH IANYA MERUPAKAN PENAWAR YANG TERBAIK KEPADA SEMUA …

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

renungan buat saya

MESKIPUN BERTENGKAR, JANGAN UCAPKAN 3 HAL INI PADA PASANGAN HIDUP ANDA

Kehidupan suami istri dalam sebuah keluarga bukanlah kehidupan surga yang hanya berisi kenikmatan dan suka cita. Seromantis apapun suami istri, sesakinah apapun keluarga, suatu saat pasti ada masalahnya. Kadang suami istri berselisih dalam satu hal, atau ‘bertengkar’.

Perselisihan atau ‘pertengkaran’ yang sesekali terjadi pada suami istri bukanlah hal yang fatal. Sepanjang bisa mengendalikan diri dan mengontrol kata-kata. Nah, agar perselisihan atau ‘pertengkaran’ tidak berkepanjangan, tidak membawa luka mendalam serta tidak merusak hubungan cinta dan kasih sayang, suami istri perlu menghindari tiga ucapan ini:

ANCAMAN

Suami istri harus menghindari kata-kata yang bernada ancaman. Sebab ancaman hanya makin menyulut kemarahan pasangan hidup kita dan masalah berkepanjangan. Kalaupun ancaman meredakan masalah secara temporer, ia membekaskan kekhawatiran di jiwa pasangan hidup kita.

Kata-kata seperti “Awas, kalau kamu tidak berubah, aku akan pergi dari rumah ini” atau “Jika kamu mengulangi hal itu lagi, aku akan mengusirmu dari rumah ini” harus dihindari. Betapa banyaknya keluarga yang berantakan setelah suami mengeluarkan ancaman semacam ini, kemudian istrinya menjawabnya dengan ancaman pula. “Oke, kalau begitu aku akan pulang ke rumah orangtuaku.”

Yang lebih berbahaya, jika suami mengancam dengan menggunakan kata “cerai.” Seperti kalimat: “Kalau begini caranya, aku akan menceraikanmu.”
Rasulullah mengingatkan tentang kata-kata cerai ini.

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ

“Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak dan rujuk”(HR. Abu Daud)

Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh”

UNGKAPAN KEBENCIAN

Meskipun sedang marah atau ‘bertengkar’ dengan pasangan, hindari kata-kata “Aku benci kamu.” Sebab, disadari atau tidak, kata-kata ungkapan kebencian ini bisa sangat membekas di hati pasangan hidup, khususnya ketika diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya. Sang istri akan merasa bahwa suaminya sudah tak lagi mencintainya. Dan ini berbahaya bagi kehidupan pernikahannya.

Bahkan, bekas sayatan hati karena ungkapan benci ini akan terus terbawa dalam benak istri meskipun kemarahan sudah mereda, pertengkaran sudah selesai, dan permalasahan sudah teratasi. Salah satu tandanya, ketika ada hal yang tak diinginkan dari suami, istri teringat kembali akan kata-kata itu. Para suami perlu menyadari bahwa wanita adalah makhluk perasa. Sensitif perasaannya.

“SELALU” DAN “TIDAK PERNAH”

Kata-kata ini juga perlu dihindari. “Selalu” dan “tidak pernah.” Misalnya ketika suami istri bertengkar gara-gara anaknya yang masih SD terlambat sekolah. “Ini gara-gara kamu, kamu selalu terlambat menyiapkan sarapan,” kata suami. Padahal, dalam satu pekan atau satu bulan, baru kali itu sang istri terlambat menyiapkan sarapan. Itu pun karena dirinya tidak enak badan.

Sedangkan penggunaan kata “tidak pernah” umumnya lebih sering dipakai wanita. Ketika marah kepada suaminya, ia mengatakan “Engkau tidak pernah membahagiakanku”, “Kau tidak pernah memberiku nafkah yang layak” dan seterusnya.

Kata-kata “tidak pernah” ini merupakan bentuk pengingkaran atas kebaikan pasangan hidup kita. Dan karena ini banyak digunakan wanita, inilah yang menyebabkan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Sebagaimana sabda Rasulullah:

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah…
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamii

 

MESKIPUN BERTENGKAR, JANGAN UCAPKAN 3 HAL INI PADA PASANGAN HIDUP ANDA

Kehidupan suami istri dalam sebuah keluarga bukanlah kehidupan surga yang hanya berisi kenikmatan dan suka cita. Seromantis apapun suami istri, sesakinah apapun keluarga, suatu saat pasti ada masalahnya. Kadang suami istri berselisih dalam satu hal, atau ‘bertengkar’.

Perselisihan atau ‘pertengkaran’ yang sesekali terjadi pada suami istri bukanlah hal yang fatal. Sepanjang bisa mengendalikan diri dan mengontrol kata-kata. Nah, agar perselisihan atau ‘pertengkaran’ tidak berkepanjangan, tidak membawa luka mendalam serta tidak merusak hubungan cinta dan kasih sayang, suami istri perlu menghindari tiga ucapan ini:

ANCAMAN

Suami istri harus menghindari kata-kata yang bernada ancaman. Sebab ancaman hanya makin menyulut kemarahan pasangan hidup kita dan masalah berkepanjangan. Kalaupun ancaman meredakan masalah secara temporer, ia membekaskan kekhawatiran di jiwa pasangan hidup kita.

Kata-kata seperti “Awas, kalau kamu tidak berubah, aku akan pergi dari rumah ini” atau “Jika kamu mengulangi hal itu lagi, aku akan mengusirmu dari rumah ini” harus dihindari. Betapa banyaknya keluarga yang berantakan setelah suami mengeluarkan ancaman semacam ini, kemudian istrinya menjawabnya dengan ancaman pula. “Oke, kalau begitu aku akan pulang ke rumah orangtuaku.”

Yang lebih berbahaya, jika suami mengancam dengan menggunakan kata “cerai.” Seperti kalimat: “Kalau begini caranya, aku akan menceraikanmu.”
Rasulullah mengingatkan tentang kata-kata cerai ini.

ثَلاَثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ النِّكَاحُ وَالطَّلاَقُ وَالرَّجْعَةُ

“Tiga perkara yang serius dan bercandanya sama-sama dianggap serius, yakni nikah, talak dan rujuk”(HR. Abu Daud)

Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang mentalak dalam keadaan ridha, marah, serius maupun bercanda, talaknya tetap jatuh”

UNGKAPAN KEBENCIAN

Meskipun sedang marah atau ‘bertengkar’ dengan pasangan, hindari kata-kata “Aku benci kamu.” Sebab, disadari atau tidak, kata-kata ungkapan kebencian ini bisa sangat membekas di hati pasangan hidup, khususnya ketika diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya. Sang istri akan merasa bahwa suaminya sudah tak lagi mencintainya. Dan ini berbahaya bagi kehidupan pernikahannya.

Bahkan, bekas sayatan hati karena ungkapan benci ini akan terus terbawa dalam benak istri meskipun kemarahan sudah mereda, pertengkaran sudah selesai, dan permalasahan sudah teratasi. Salah satu tandanya, ketika ada hal yang tak diinginkan dari suami, istri teringat kembali akan kata-kata itu. Para suami perlu menyadari bahwa wanita adalah makhluk perasa. Sensitif perasaannya.

“SELALU” DAN “TIDAK PERNAH”

Kata-kata ini juga perlu dihindari. “Selalu” dan “tidak pernah.” Misalnya ketika suami istri bertengkar gara-gara anaknya yang masih SD terlambat sekolah. “Ini gara-gara kamu, kamu selalu terlambat menyiapkan sarapan,” kata suami. Padahal, dalam satu pekan atau satu bulan, baru kali itu sang istri terlambat menyiapkan sarapan. Itu pun karena dirinya tidak enak badan.

Sedangkan penggunaan kata “tidak pernah” umumnya lebih sering dipakai wanita. Ketika marah kepada suaminya, ia mengatakan “Engkau tidak pernah membahagiakanku”, “Kau tidak pernah memberiku nafkah yang layak” dan seterusnya.

Kata-kata “tidak pernah” ini merupakan bentuk pengingkaran atas kebaikan pasangan hidup kita. Dan karena ini banyak digunakan wanita, inilah yang menyebabkan kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Sebagaimana sabda Rasulullah:

وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari itu. Aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Mengapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali tidak pernah melihat kebaikan darimu’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Subhanallah…
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamii

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar